ASN PEDULI ASN BERBAGI

Bulan-bulan awal tahun 2020 ini bagi sebagian masyarakat Karawang bisa dikatakan sebagai bulan kurang beruntung mengingat sebagian besar wilayah di Kabupaten Karawang mengalami musibah/bencana banjir baik sebagai akibat tingginya curah hujan maupun kiriman dari wilayah hulu sehingga mengakibatkan meluapnya beberapa sungai besar yang melintasi wilayah Karawang.

Sebagai bagian dari dan pelayan masyarakat Karawang, ASN Karawang kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat terdampak/korban banjir melalui pengumpulan donasi baik dalam bentuk uang maupun pakaian layak pakai, dalam hal ini selama kurun waktu kurang lebih 3 hari kerja  pengumpulan donasi tersebut , terkumpul dana sebesar Rp. 372.070.000,- (Tiga Ratus Tujuh Puluh Dua Juta Tujuh Puluh Ribu Rupiah )

Kepala BKPSDM menyebutkan bahwa dalam pelaksanaan tugas ASN khususnya PNS ada koridor yang mengatur tentang etika PNS atau biasa disebut sebagai Kode Etik PNS yang salah satunya mengatur tentang etika dalam bermasyarakat, tentu donasi yang terkumpul dari PNS ini merupakan saah satu wujud nyata aktualisasi etika dalam bermasyarakat oleh ASN Karawang, dan kegiatan pengumpulan donasi ini bukanlah kali pertama, kita sudah beberapa kali menggalang donasi untuk saudara-saudara kita yang membutuhkan, sebut saja donasi untuk korban bencana tsunami Palu-Donggala, Korban tsunami banten ataupun santunan bagi anak-anak yatim yang rutin kita galang terutama di Bulan Suci Ramadhan.

“Masa saudara-saudara kita yang jauh di Palu mendapatkan bantuan dari ASN Karawang, sementara untuk saudara-saudara kita di Karawang , kita (ASN) tinggal diam?!!!!, tentu tidak, oleh karena itu dibawah koordinasi kami (BKPSDM), kita kembali mengetuk hati para ASN Karawang untuk menyisihkan sebagian hartanya guna membantu saudara-saudara kita di Karawang yang terdampak , dan bantuan ini lebih ditujukan untuk penanganan pasca banjir” Melalui bantuan ini, kami berharap bisa meringankan beban warga yang terdampak banjir,” “Sapapait samamanis, sareundeuk saigel, sabobot sapihane’an, Ka cai jadi saleuwi, ka darat jadi salebak “ lanjut Kepala BKPSDM.

Komantari dengan Facebook