ADAPTASI DENGAN PANDEMI, ASN SETIA MENGABDI

Wabah Covid-19 tidak boleh menjadi penghalang aparatur sipil negara (ASN) untuk bekerja secara profesional dan lebih produktif memberikan layanan kepada masyarakat. pelayanan masyarakat tetap dilakukan namun dengan memperhatikan protokol kesehatan. Selain itu pembagian sistem kerja ASN dengan work from home dan work from office, diharapkan tidak mengurangi kualitas pelayanan yang diselenggarakan pemerintah.

Pemanfaatan teknologi juga menjadi salah satu alternatif ASN memberikan layanan di tengah pandemi, sehingga meminimalisir pertemuan tatap muka antar pemohon dan penyedia layanan. literasi dan kultur digital perlu ditingkatkan dalam pengembangan kompetensi ASN. Mengingat saat ini telah memasuki era serba digital, serba otomatis, tidak selalu di kantor untuk bekerja, dan tidak selalu di pusdiklat untuk belajar.

Namun demikian, mengingat ASN khususnya PNS tetap terikat pada ketentuan perundang-undangan tertutama yang berkaitan dengan disiplin, maka pasca libur natal 2020, dipandang perlu mengevaluasi kembali tingkat kedisiplinan ASN yang indikator sederhananya adalah kehadiran masuk berkerja baik di kantor  (WFO) maupun di rumah [WFH] karena tidak dapat dipungkiri masih banyak yang beranggapan bahwa dengan WFH solah-olah merupakan libur, padahal mereka [ASN] masih tetap dibebani sejumlah pekerjaan yang harus diselesaikan  sesuai dengan jabatan dan target kinerja nya masing-masing dan dengan sistem WFH tersebut bukan merupakan suatu keniscayaan , para ASN wajib bisa dihubungi dan dipanggil ke kantor sewaktu-waktu apabila kepentingan dinas mendesak, Untuk itu BKPSDM hari ini [ 28 Desember] melaksanakan inspeksi mendadak ke seluruh  SKPD [termasuk kecamatan] untuk mengetahui tingkat kedisplinan ASN khususnya PNS dalam mematuhi ketentuan hari dan jam kerja di lingkungan Pemkab Karawang,

bagi sebagian ASN di sebagian SKPD masih menerapkan pembagian kerja di kantor dan di rumah, namun demikian berdasarkan hasil sidak dominannya melaksanakan tugas di kantor, hal ini diakibatkan oleh beberapa faktor baik yang menyangkut kendala telekomunikasi dan informasi, keterbatasan jumlah pegawai  sampai pada tingkat kejenuhan apabila melaksanakan tugas di rumah, bahkan ada skpd yang sedari awal tidak melaksanakan sama sekali sistem kerja WFH  sebut saja DLHK, mereka sadar sepenuhnya bahwa layanan yang mereka sediakan merupakan jenis layanan yang sangat mendasar khususnya yang berkaitan dengan kebersihan sehingga dipandang perlu tidak melaksanakan sistem kerja WFH tersebut.

Hal di atas suatu wujud rasa tanggung jawab atas tugas yang diemban, namun demikian mengingat situasi pandemi masih tetap berlangsung, tetap perlu dilakukan modifikasi terhadap sistem dan jam kerja sehingga mengurangi jumlah kehadiran ASN di kantor dalam upaya meminimalisir penularan virus COVID-19 terlebih di beberapa skpd ada ASN yang dinyatakan positif dan masih dalam tahap  isolasi/penyembuhan.

kalaupun dengan system WFH sebagian besar ASN merasakan kejenuhan melaksanakan tugas di rumah dengan berbagai alasan, maka sistem shift merupakan alternatif yang perlu dipertimbangkan untuk diterapkan di masa pandemi ini, dalam hal ini ASN jam kerja nya dibagi menjadi 2 shift yakni shift pagi dan shift siang dengan perbandingan 50-50, dengan demikian jumlah pegawai yang hadir di SKPD tetap bisa berkurang akan tetapi  ASN wajib tetap masuk kerja di kantor. Perlu diketahui bahwa dengan sistem WFH sangat sulit melakukan pengawasan terhadap ASN oleh atasan langsungnya, sedangkan dengan sistem shift kesulitan tersebut tidak akan terjadi. Kepastian sistem kerja WFH atau Sistem SHIFT akan di informasikan sebelum libur tahun  baru.

Di bawah ini merupakan tabel hasil inspeksi  kehadiran ASN tanggal 28 Desember 2020

Komantari dengan Facebook