Atasan Ujung Tombak Penegakan Disiplin

Karawang – Seorang atasan ketika dilantik dalam jabatan tertentu oleh Pejabat Pembina Kepegawaian, memiliki kewajiban melaksanakan tugas pokok jabatan . Namun selain kewajiban tersebut terdapat beberapa kewajiban diluar tugak pokok tersebut yang menjadi kewajiban atasan, salah satunya adalah pembinaan disiplin pegawai yang menjadi bawahannya. Kewajiban tersebut merupakan kewenangan atributif yang melekat pada seorang atasan sebagaimana amanat PP 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai. Oleh karena itu keberhasilan pembinaan disiplin pegawai setiap perangkat daerah sangat tergantung pada keberanian atasan melakukan pembinaan disiplin pegawai.

Kondisi yang sering terjadi, atasan tidak berkenan melakukan pemeriksaan apalagi menjatuhkan hukuman kepada bawahannya yang melakukan pelanggaran kepada disiplin pegawai karena faktor kemanusian dan sebagainya. Atasan bahkan kepala Perangkat Daerah hanya melaporkan tindakan tersebut ke BKPSDM Kabupaten Karawang atau Inspektorat Kabupaten Karawang tanpa dilakukan pembinaan kepada yang bersangkutan. Padahal berdasarkan pasal 21 ayat (2) PP 53 Tahun 2010, apabila Pejabat yang berwenang menghukum tidak menjatuhkan hukuman disiplin kepada PNS yang melakukan pelanggaran disiplin, pejabat tersebut dijatuhi hukuman disiplin oleh atasannya.

Human being os lazy ogranism”, menurut Mc Cleland, pada dasarnya manusia adalah makhluk yang malas. Karena manusia dibekali pikiran untuk bisa memilah mana yang menyenangkan dan yang kurang menyenangkan. Disiplin kadang dipandang oleh beberapa orang termasuk yang kurang menyenangkan. Namun manusia juga dapat memilih untuk berdisiplin karena harapan, tujuan dan motivasi tertentu, walaupun dirasa cukup berat. Menurut Rhenal kasali, manusia yang berdisiplin diri akan mendapatkan alat kontrol yaitu self control yang bisa membedakan dua titik ekstrim, yaitu manusia yang hidup untuk dirinya sendiri (selfish) dan manusia untuk orang lain (altruictic). Manusia yang hanya hidup untuk dirinya sendiri cenderung lemah dalam mengendalikan tuntutan-tuntutan kesenangan yang datang dari dalam maupun dari luar dirinya.

“ASN dituntut memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Pelayanan tersebut salah satunya harus didukung oleh disiplin aparat yang melayani, disiplin waktu, disiplin kerja maupun disiplin regulasi” kata Dudi Alexandria Kepala Bidang Kesejahteraan Disipilin dan Kepangkatan.

Mekanisme pembinaan disiplin yang diatur dalam PP 53 Tahun 2010 dan Peraturan Kepala BKN Nomor 21 Tahun 2010 dalah dilihat secara umum pada gambar dibawah ini :

“Jelas bahwa sesuai dengan PP 53 tahun 2010 dan PP 11 Tahun 2017, pembinaan disiplin harus dilakukan oleh atasan langsung, dilakukan berjenjang sesuai dengan hierarki organisasi” pungkas Dudi. (admin)

Komantari dengan Facebook