BKPSDM : TINDAK LANJUT HASIL LAPORAN KEBERADAAN NON PNS DI KECAMATAN CILAMAYA WETAN

Karawang – Berdasarkan pengaduan masyarakat bahwa Kecamatan Cilamaya Wetan merekrut Pegawai Non PNS, sedangkan Surat Edaran Bupati Nomor : 800/5149/BKPSDM/2019 tentang Penataan Non PNS Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang, telah menjelaskan adanya larangan bagi seluruh Perangkat Daerah untuk melakukan penambahan/rekruitmen Non PNS.

Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Karawang menindaklanjuti pengaduan masyarakat mengenai perekrutan Pegawai Non PNS yang ada di Kecamatan Cilamaya Wetan. Kepala Bidang Pengadaan Dan Pemberhentian Pegawai ASN BKPSDM Kabupaten Karawang, langsung bergerak menuju lokasi Kecamatan Cilamaya Wetan guna mencari informasi yang diberikan, Senin (9/9). Kunjungan tersebut disambut oleh Sekretaris Camat Cilamaya Wetan, Bapak Entoh Hendra Permana, yang sekaligus merangkap sebagai Plt. Camat Cilamaya Wetan. Namun saat BKPSDM berkunjung ke Kecamatan Cilamaya Wetan Pegawai Non PNS yang dimaksud tidak berada ditempat.

Pegawai Non PNS tersebut baru bekerja selama 1 bulan. Kecamatan Cilamaya Wetan memang sangat membutuhkan tenaga dalam pengoperasian Teknologi Informasi sebagai penunjang pekerjaan di Kecamatan Cilamaya Wetan, namun Kecamatan Cilamaya Wetan tidak berniat untuk merekrut Non PNS karena memang tidak memiliki anggaran. Hingga saat ini pihak Kecamatan Cilamaya Wetan tidak memberikan honor dan tidak memberikan Surat Perjanjian Kerja bagi Non PNS yang dimaksud.

“Saya mohon maaf, karena saya belum sempat membaca Surat Edaran Bupati yang baru tentang Penataan Non PNS tersebut. Karena pada saat ini, kami di Kecamatan Cilamaya Wetan sangat membutuhkan tenaga baik itu PNS atau Non PNS yang memiliki keahlian dalan bidang Teknologi Informasi dalam menunjang pekerjaan administrasi yang ada. Namun saya tidak berniat untuk merekrut atau mengangkat tenaga Non PNS karena memang kami tidak memiliki anggaran. Setelah itu, ada yang menawarkan diri dan siap membantu pekerjaan di Kecamatan Cilamaya Wetan walaupun tanpa anggaran. Sehingga saya mempersilahkan untuk membantu pekerjaan rekan-rekan di kantor. Orang tersebut baru bekerja kurang lebih satu bulan, namun hingga saat ini saya tidak membuatkan Surat Perjanjian Kerja atau SK dan saya juga belum pernah memberikan honor. Saya hanya berusaha memanfaatkan tenaga kerja yang ditawarkan”, jelas Entoh Hendra P, Sekretaris Camat Cilamaya Wetan.

Berdasarkan informasi yang diperolah, bahwa terdapat 17 Orang Pegawai Negeri Sipil dan 15 Orang Pegawai Non Pegawai Negeri Sipil di Kecamatan Cilamaya Wetan. Pegawai Non PNS di Kecamatan Cilamaya wetan terdiri dari 2 orang Operator SIAK, 8 Orang Non PNS Satpol PP, dan 4 Orang sebagai staf administrasi, dan 1 orang sebagai Pramu Kantor.

“Kami dari pihak BKPSDM Kabupaten Karawang hanya mengingatkan bahwa dengan dikeluarkannya Surat Edaran Bupati tentang Penataan Non PNS, Perangkat Daerah tidak boleh merekrut atau menambah Pegawai Non PNS. Jika terdapat Perangkat Daerah yang terbukti mengangkat Non PNS, maka akan ada sanksi yang diberikan yaitu penundaan pencairan TPP secara kolektif sampai penambahan Non PNS tersebut diberhentikan atau dibatalkan. Jangan karena ketidakmampuan dalam bidang teknologi, sehingga mengangkat Non PNS lagi. Seharusnya menjadi motivasi bagi rekan-rekan agar mau belajar tentang teknologi atau belajar dalam bidang lain sebagai penunjang pekerjaan dan tanggung jawab sebagai ASN” kata H.Taopik Maulana,SE.,MM  Kabid Pengadaan dan Pemberhentian ASN.

Setelah diberi himbauan dari BKPSDM, Plt. Camat akan melakukan tindakan bagi Non PNS yang dimaksud. Sebagai bentuk patuh terhadap Surat Edaran Bupati tersebut. Dan BKPSDM meminta untuk bersurat atas tindaklanjut yang akan dilakukan oleh Kecamatan Cilamaya Wetan.

“Jika memang ini akan berdampak pada kami dan semua rekan kerja yang lain, maka saya sebagai Plt. Camat Cilamaya Wetan lebih baik memberhentikan Non PNS yang dimaksud’’, tambah Entoh

“Dengan adanya Surat Edaran Bupati tentang Pentaan Non PNS, diharapkan untuk menjadi alat pengingat bagi semua bapak dan ibu sebagai rekan kerja, agar tidak terulang hal-hal seperti ini lagi dan terjadi imbas yang tidak diharapkan. Semoga ini dapat menjadi tanggung jawab bersama”, sambung, Taopik.

Komantari dengan Facebook