OKTOBER TO REMEMBER

Ajud Tajrudin menerima piagam penghargaan dari Gubernur Jabar

Informasi penerimaan CPNS menjadi salah satu trending tropic di bulan oktober ini, dimana pemerintah pusat kembali membuka penerimaan CPNS , akan tetapi di balik viralnya informasi seputar CPNS tersebut, bulan oktober juga bisa dikatakan sebagai bulan istimewa, kenapa  demikian ?

Di awal bulan oktober, selain dua penghargaan cukup bergengsi terkait manajemen ASN di raih oleh Pemerintah Kabupaten Karawang  dari BKN Kantor Regional III Jabar – Banten untuk kategori “Layanan Pengadaan ASN Terbaik” dan “Rekonsiliasi Data Terbaik “, penghargaan bergengsi lainnya juga diraih oleh salah seorang ASN Kabupaten Karawang dalam lomba karya cipta/inovasi ASN Tingkat Provinsi Jawa Barat.

Sepeti pemberitaan sebelumnya (28 Agustus 2019) “Inovasi Bercocok Tanam di pekarangan bertarung di tingkat Provinsi Jawa Barat” berdasarkan hasil penilaian Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dalam acara Malam Anugerah Pemberian Penghargaan Gubernur Jawa Barat Tahun 2019, dinyatakan sebagai Juara 3 Lomba karya cipta /Inovasi ASN Jabar Tahun 2019, Ajud Tajrudin A.Md (Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Telagasari) pemilik inovasi tersebut menerima langsung Piagam Penghargaan serta hadiah lainnya langsung dari Gubernur Jawa Barat . “saya tidak menyangka sama sekali inovasi saya bisa jadi juara, terlebih di level provinsi” ucap Ajud dengan penuh suka cita. Ajud Tajrudin sendiri merupakan juara I PNS Inovatif Kabupaten Karawang Tahun 2018 lalu.

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Barat menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pemenang “ Jabar Juara bakal kawujudkeun, lamun ASN Jabar sadayana sapertos ASN nu hadir weungi ieu (Penerima penghargaan)” . Dalam teori inovasi ada 2 pintu yang bisa digunakan oleh ASN, yang pertama ASN harus sering kelapangan jangan terlalu sering di belakang meja, melalui terjun langsung ke lapangan, ASN akan menemui berbagai permasalahan ataupun dinamika kehidupan, ASN jangan bersikap elitis “. Pintu selanjutnya adalah melakukan sintesa terhadap permasalahan yang ditemui di lapangan untuk mencari alternatif solusinya melalui gagasan-gagasan/inovasi “ urang kudu sering ngalamun kudu kumaha ngatasi eta masalah” tentunya “Ngalamun” itu harus di dukung dengan pengetahuan yang memadai, karena pada dasarnya kita mahluk berpikir hanya problemnya kita itu jarang melatihnya, ungkap gubernur dalam sambutan singkatnya.

Selanjutnya terkait revolusi 4.0, gubernur manyampaikan kedepannya akan ada jabatan-jabatan di lingkungan birokrasi yang harus hilang dan yang tetap bertahan, yang akan hilang adalah pekerjaan-pekerjaan yang bersifat rutin, gubernur mencontohkan pada salah satu bank swasta nasional, di mana dulu untuk membuka rekening tabungan, seseorang harus datang langsung ke bank tersebut dengan membawa berbagai persyaratan, sekarang masyarakat yang akan membuka rekening “cukup ku mencet aplikasi dina smart phone“ dengan demikian jabatan teller pada bank tersebut pada waktunya akan tereliminasi. Untuk itu, saya mengajak seluruh ASN di lingkungan Jawa Barat untuk berinstropeksi  “Jangan-jangan pekerjaan kita hanya bersifat rutin yang suatu hari akan tergantikan dengan kecerdasan buatan”. Pekerjaan yang tidak hilang adalah pekerjaan problem solving, suatu pekerjaan yang selalu berbeda-beda, membutuhkan pemikiran komprehensif serta menghasilkan output yang berbeda-beda pula, ini terkait erat bagaimana kita mencari gagasan-gagasan/inovasi untuk mengatasi masalah.

Terkait penghargaan yang diterima ASN karawang, Sekda dan Kepala BKPSDM kabupaten Karawang menyampaikan ucapan selamat dan rasa bangga, namun demikian, kita perlu bercermin terhadap strategi samudera biru (Blue Ocean Strategy) sebuah strategi yang menitik beratkan pada sesuatu yang baru untuk memperoleh perhatian. Saudara ajud tajrudin diharapkan tidak puas diri terhadap raihan malam ini, tetapi terus menggali potensi diri mecari inovasi lainnya sekaligus menularkannya kepada ASN yang lain.

Komantari dengan Facebook