Seabad “Blangbir”

Karawang – Orang tua dulu menyebutnya “blangbir”, itulah ucapan yang kami dengar dari orang tua atau ada jiga yang mengakatakn “branwir”. Ternyata kata itu berasal dari bahas belanda “Brandweer”. Sekarang lebih dikenal dengan Pemadam Kebakaran.

Pada tahun 1873, di mana terjadi kebakaran besar di Kramat-Kwitang. Peristiwa itu mendorong pemerintah atau Gemeente of de Brandweer, pada tanggal 25 januari 1915 mengeluarakn “Reglement of de Brandweer (Peraturan tentang Pemadam Kebakaran); namun tak lama kemudian, yakni pada tanggal 4 oktober 1917, pemerintah mengeluarkan peraturan baru yakni melalui ketentuan yang disebut staadsblad 1917 No. 602.

Peran pemadam kebakaran sangat diapresiasi oleh masyarakat pada saat itu, ternasuk masyarakat pribumi. Hal ini dibuktikan dengan adanya prasasti tanda penghargaan kepada Brandweer Batavia oleh mereka yang mengatasnamakan kelompok orang betawi. Tanda penghargaan tersebut diberikan dalam bentuk “Prasasti” pada tanggal 1 maret 1929.

Prasasti tersebut bertuliskan “Tanda Peringatan Brandweer Batavia 1919-1929” dn penanggalannya tertulis “Betawi, 1 Maret 1929”, sehingga tanggal 1 maret 1919 ditetapkan sebagai tahun berdirinya organisasi Pemadam Kebakaran DKI Jakarta, dan diperingati secara nasional.

Tahun ini, pemadam kebakaran berulang tahun ke-100 tahun. Upacara Peringatan HUT Pemadam Kebakaran ke-100 tahun 2019 dilaksanakan Rabu (13/03) di lapangan karangpawitan 2 (KP2). Tema HUT tahun ini adalah Peningkatan Trantibum Linmas mellui Optimalisasi Peran Pemadam Kebakaran, Sat Pol PP dan Sat Linmas Guna mensukseskan Pemilu Serentak 2019.

“Selamat Ulang Tahun Kepada Pemadam Kebakaran yang ke-100 Tahun, Petugasnya diberikan Kesehatan dan Keselamatan, Tugasnya Sungguh sangat mulia, Sukses Terus, Pantang Pulang Sebelum Padam” Ucap Asep Aang Rahmatullah Kepala BKPSDM Kab. Karawang. (admin)

Komantari dengan Facebook