Trypanophobia saat Vaksin Covid-19

Karawang – Satgas Covid-19 Kabupaten Karawang serta Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang sedang mengakselerasi vaksinasi covid-19 kepada sasaran penerima, salah satunya adalah Aparatur Sipil Negara. Vaksinasi terhadap ASN Kabupaten Karawang dilakukan secara bertahap mulai hari Senin Tanggal 8 Maret 2021 bertempat di Aula Husni Hamid.

Di hari pertama vaksinasi muncul beragam respon dari ASN walaupun pada akhirnya mengikuti vaksinasi tersebut, seperti tiba-tiba tensi darah menjadi tinggi, tegang, kekhawatiran akan KIPI yang serius dan lain-lain. Yang menarik dari berbagai respon tersebut adalah ketakutan akan jarum suntik.

Salah seorang ASN yang takut jarum suntik saat vaksinasi Covid-19

Ketakutan akan jarum suntik tersebut disebut Trypanophobia. Seperti yang dilansir www.popmama.com, trypanophobia adalah kondisi dimana seseorang mengalami ketakutan yang berlebihan akan tindakan medis yang melibatkan suntikan dan tindakan yang berhubungan dengan jarum suntik. Mereka umumnya juga takut terhadap tindakan medis. Hal ini menyebabkan mereka berdebar-debar dan panik ketika menunggu maupun berfikir tentang tindakan medisnya yang akan mereka terima. Umumnya rasa takut ini dialami oleh anak kecil. Tetapi faktanya, tidak hanya anak kecil yang mengalami Trypanophobia, remaja bahkan orang dewasa dewasa pun dapat mengalami rasa takut yang sama. Penderita fobia ini umumnya akan takut ketika berhadapan dengan prosedur medis yang melibatkan jarum suntik, juga injeksi. Namun rasa takut tersebut dapat mengarah ke ketakutan pada layanan kesehatan medis dan gigi.

ASN Karawang antusias mengikuti vaksinasi Covid-19

Beberapa trik bagi penderita phobia ini dalam mengikuti vaksinasi covid-19, yang dihimpun tim redaksi, antara lain :

1. Meminta bantuan dokter untuk menjelaskan bahwa suntik vaksin ini tidak sakit, jarumnya kecil namun manfaatnya besar;

2. Meminta kepada tim kesehatan untuk dilakukan di tempat yang lebih privasi seperti di kantor, bisa didampingi keluarga, atau di faskes lain yang lebih privasi, sehingga ada kenyamanan dari yang bersangkutan;

3. Tim Kesehatan satgas covid-19 dapat memilah penerima vaksin yang mengalami phobia tersebut, untuk dilakukan vaksinasi sesuai dengan kenyamanan yang bersangkutan.

4. Tim kesehatan melakukan penyuluhan akan pentingnya vaksin covid-19 dalam rangka mencegah penyebaran covid-19, melindungi dirinya, keluarganya dan lingkungan disekitarnya

5. Petugas tim medis mengalihkan perhatian peserta yang akan divaksinasi supaya tidak terlalu konsen fokus terhadap penyuntikan, misalnya mengajak ngobrol dan lain-lain.

Komantari dengan Facebook